Kaskogabwilhan III kecam aksi KST Papua di Yahukimo  

Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kaskogabwilhan) III Marsma TNI Deni Hasoloan Simanjuntak mengecam atas aksi pembunuhan yang dilakukan Kelompok Separatis Teroris (KST) terhadap  puluhan warga penambang emas di Kabupaten Yahukimo.

Update: 2023-10-19 20:34 GMT
Sumber foto: Aman Hasibuan/elshinta.com.

Elshinta.com - Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kaskogabwilhan) III Marsma TNI Deni Hasoloan Simanjuntak mengecam atas aksi pembunuhan yang dilakukan Kelompok Separatis Teroris (KST) terhadap  puluhan warga penambang emas di Kabupaten Yahukimo.

Aksi pembunuhan yang dilakukan Kelompok Separatis Teroris (KST) Papua  menyebabkan 7 orang pendulang emas meninggal dunia di Kali EI Kampung Mosom Duba, Distrik Seradala Yahukimo.

“Aksi KST Papua tersebut telah membuat rasa takut di masyarakat Papua. Tindakan Kelompok Separatis ini tidak ubahnya seperti teroris yang membuat keamanan dan stabilitas wilayah terganggu, yang sangat berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat Papua,” ujarnya, Kamis (19/10).

Lebih lanjut Marsma TNI Deni Hasoloan Simanjuntak menyebutkan para korban KST tersebut merupakan masyarakat sipil biasa yang setiap hari hidupnya tergantung dari hasil mendulang, tidak ada dari aparat intelijen TNI yang menyamar menjadi pendulung.

“Mereka murni masyarakat sipil, tidak ada dari TNI maupun Polri, karena biasanya klaim dari TPNPB, seperti lagu lama selalu mengatakan korban adalah mata-mata atau intelijen TNI maupun Polri,” tegasnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Aman Hasibuan.

Dikatakan dia, dari informasi terbaru sejumlah 27 orang berhasil dievakuasi, 7 meninggal dunia dan 20 orang selamat.  Korban yang selamat itu ada yang mengalami luka ringan. Adapun rinciannya yakni 18 orang evakuasi tahap pertama dan selanjutnya berhasil dievakuasi 9 orang.

 “Saat ini aparat TNI-Polri terus melakukan penyisiran untuk mencari masyarakat yang mungkin masih ada yang selamat dari pembantaian KST. Demi tegaknya hukum saat ini aparat TNI sedang lakukan pengejaran terhadap KST pimpinan Asbak Koraneu,” jelas Kaskogabwilhan.

Sebelumnya diberitakan pada Senin (16/10) sejumlah 30 orang KST Papua menyerang area penambangan emas illegal yang ada di Kali Ei Kampung Mosom Duba, Distrik Seradala. Dari penyerangan itu, 7 orang warga pendulang emas meninggal dunia dibunuh, dan lainnya berupaya menyelamatkan diri. 

KST ini merupakan pimpinan Asbak Koranue, bagian dari kelompok Egianus Kogoya memiliki 1 senapan SS1 V2, panah, dan parang. Selain membunuh, KST juga membakar 3 ekskavator, 2 truk, dan Kamp Pendulangan.

Sementara di beberapa media online Juru bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom mengatakan, yang melakukan aksi penyerangan terhadap pendulang emas tersebut, adalah Pasukan Khusus dari dua Kodap, Kodap III Nduga dan Kodap XVI Yahukimo, Namun menurut Sebby TPNPB Kodap XVI Yahukimo yang bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut.

Tags:    

Similar News